PASS FM Cilegon

Kesehatan

Sudah Kantongi Izin, Pemerintah Belum Mau Pakai Vaksin Buatan Rusia

capaian vaksinasi agustus 2021

Meski telah mendapat izin otorisasi penggunaan darurat (emergency use of authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pemerintah belum akan menggunakan vaksin COVID-19 buatan Rusia, Sputnik-V, untuk program vaksinasi di tanah air.

Hal ini ditegaskan Juru Biacara Vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Nadia Tarmidzi akhir pekan lalu. Dengan begitu hingga saat ini pemerintah Indonesia masihakan menggunakan Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Novavax untuk program vaksinasi nasional.

“Sputnik masih belum menjadi salah satu vaksin yang saat ini direncanakan digunakan, baik dalam program pemerintah, maupun program Gotong Royong. Kita tunggu perkembangan lebih lanjut mengenai penggunaan vaksin Sputnik,” kata Siti Nadia Tarmidzi.

Ia juga menegaskan kelima vaksin tersebut sudah memenuhi standar keamanan dan kualitas karena sudah mendapatkan emergency use listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksinasi Baru 29 Persen

Nadia juga menjelaskan, hingga 27 Agustus 2021 sebanyak 29 persen masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 16 persen dosis kedua dari total target vaksinasi sejumlah 208,2 juta.

Ia pun mengatakan, program Vaksinasi Gotong Royong dosis pertama mencapai 776.000 dan dosis kedua 488.000. Menurutnya tugas terbesar yang dihadapinya ialah vaksinasi terhadap lansia yang hingga kini baru 5,2 juta lansia mendapatkan dosis pertama dan dosis kedua baru 3,6 juta.

“Kalau kita lihat tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan dosis ketiga itu 578.000, sementara untuk remaja ada 2,5 juta, ibu hamil ada 18.000 dan penderita disabilitas ada 16.000,” tuturnya.

Sementara itu, tercatat 96 juta dosis telah diberikan dengan rincian 60 juta dosis untuk suntikan pertama, dan 34 juta dosis untuk suntikan kedua. Jumlah tersebut diakuinya masih belum mencapai target yang diinginkan Presiden Joko Widodo, yakni dua juta dosis per hari.

“Saat ini kita sudah hampir rata-rata di atas satu juta dan kita berusaha. Sepertinya target dua juta per hari ini belum bisa capai, sehingga mungkin akan kita capai dan teruskan di September untuk bisa mencapai target dua juta suntikan per hari,” katanya.

Namun ia meyakini, target dua juta suntikan per hari akan bisa tercapai lantaran hingga Desember nanti Indonesia akan menerima vaksin COVID-19 dalam jumlah yang cukup banyak.

“Artinya sampai dengan Desember kita masih akan memberikan vaksinasi baik itu dosis pertama dan kedua. Kita berharap setidaknya di Maret itu sudah menyelesaikan 208 juta yang sudah kita targetkan,” ucapnya. [PASS News]

Previous post
Next post
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *