Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi-misi kepemimpinan Robinsar-Fajar. Ditegaskannya, sejak awal menjabat, salah satu visi-misi Robinsar-Fajar adalah meningkatkan kompetensi SDM Cilegon.
“Alhamdulillah kerja sama ini sangat responsif dan komunikatif. Banyak pelatihan bisa kita jajaki, bahkan sampai peluang bahasa Jepang maupun Korea,” kata Fajar.
Fajar juga menilai program yang ditawarkan Kemenaker sangat relevan dan penuh terobosan, seperti pelatihan las bawah laut yang ditawarkan BBPVP Serang. Pelatihan akan sangat berguna bagi SDM Cilegon,” katanya.
“Dari delapan daerah di Banten, hanya Cilegon yang kota industri. Maka kami berharap banyak pelatihan dipusatkan di sini sebagai bentuk kolaborasi nyata,” tegasnya.
Sedangkan Kepala BBPVP Serang Ady Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mengakomodir berbagai pelatihan vokasi untuk masyarakat Cilegon dan kerjasama ini bersifat kolaboratif.
“Contohnya, bila Pemkot menyediakan alat ekskavator, kami sediakan bahan bakar dan honor pengajar. Pemkot menyediakan peserta, kami sediakan instruktur. Jadi sinergi penuh untuk semua jenis pelatihan,” kata Ady.
BBPVP Serang juga membuka akses program lain dari Kemenaker seperti program Tenaga Kerja Mandiri yang bisa diakses melalui bizhub.kemnaker.go.id sebagai dukungan wirausaha baru. Selain itu, tersedia Kios Pasar Kerja melalui skillhub.kemnaker.go.id yang memuat hampir 2 juta lowongan kerja dari seluruh Indonesia.
“Silakan warga mengaksesnya, kebutuhan kerja apa, lokasi di mana, semuanya tersedia online. Ini bagian dari dukungan Kemenaker agar warga Cilegon lebih mudah mengakses kesempatan kerja,” ujarnya. [PASS News]