PASS FM Cilegon

Pemerintah berencana melakukan migrasi siaran TV analog ke TV Digital pada bulan ini, bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-67. Daerah pertama yang akan dimatikan siaran TV analog (analog switch off) adalah Nunukan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Aceh, dan Banten.

Namun rencana tersebut akhirnya batal terlaksana, kendati menurut Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Geryantika Kurnia infrastrukturnya sudah siap

Gery juga menyebut, program-program televisi yang sudah ada sudah siap dipindahkan dari analog ke digital. Bahkan, subsidi perangkat Set Top Box (STB) yang menjadi alat penangkap sinyal TV digital kepada masyarakat miskin juga tinggal didistribusikan.

Namun seperti dikutip dari uzone.id, Gery mengatakan kalau untuk saat ini memang tidak ada yang lebih penting dibanding penanganan COVID-19.

“Semua sudah siap, dan ketika memberi kabar soal subsidi STB, mereka ketakutan COVID-19. Banyak juga yang bertanya, bagaimana nanti membagikannya? Kebijakan PPKM saja masih berlangsung,” tutur Gery saat berbincang di Uzone Talks, Selasa (17/8/2021).

Ia melanjutkan, setelah mendengar berbagai masukan dari masyarakat, DPR dan pemerintah daerah, akhirnya pemerintah pusat melalui Kominfo fokus dalam urusan penanganan COVID-19 agar angkanya cepat turun.

Kami juga akan memanfaatkan waktu penundaan ini untuk memaksimalkan sosialisasi soal TV digital ke masyarakat luas,” ungkapnya.

Meski pembahasan analog switch off ini telah berlangsung sangat lama, ia merasa pemerintah memang masih ‘berutang’ sosialisasi yang memadai soal migrasi ini. Kominfo tidak ingin saat migrasi dilakukan, masyarakat malah kebingungan, apalagi saat sudah berubah ke digital, justru mereka belum dapat STB atau tidak bisa menggunakannya.

“Jadi nanti PR kami itu sosialisasi maksimal dulu agar semua informasi tentang TV digital ini tersampaikan dengan baik, sehingga saat migrasi sungguhan, tak ada lagi yang bingung. Tinggal menjelaskan cara menggunakan STB saja,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, siaran TV digital menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan dan inefisiensi pada penyiaran TV analog. Pasalnya, untuk siaran TV digital, satu kanal siaran dapat diisi dengan jumlah siaran yang lebih banyak.

Migrasi ini akan menciptakan digital dividen. Jadi, sisa frekuensi yang tidak dipakai lagi oleh siaran TV analog, nantinya dipakai untuk telekomunikasi sehingga akan tercipta penguatan internet 5G, transformasi digital atau layanan kebencanaan.

Menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate, TV digital menjamin siaran yang jauh lebih berkualitas, sehingga masyarakat bisa menikmati tayangan TV lebih jernih dan interaktif.

Menurutnya, masyarakat juga nantinya akan memperoleh keuntungan, di antaranya akses internet yang lebih cepat karena adanya efisiensi dalam penggunaan spektrum digital dividen frekuensi untuk penyiaran. [PASS News]

Previous post
Next post
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *